Saya baru sadar Anda tidak tanya pendapat saya. Tapi saya memang bukan orang yang pendapatnya perlu dipertimbangkan sih. Toh, saya selalu memberi kesan pada semua orang saya hanya memedulikan diri sendiri. Jadi, pendapat saya juga tidak penting-penting amat.
Walaupun begitu, perilaku Anda menyita perhatian saya. Saya jarang peduli apa yang orang lain lakukan. Tapi hari ini kok tiba-tiba saya jadi greget ingin berpendapat.
Kalau masalah berangkat atau tidak, pendapat saya ya sebaiknya Anda berangkat. Anda dapat kesempatan, ya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Lalu apa saya menyarankan Anda untuk berangkat? Ya jelas tidak.
Tidak etis kalau Anda berangkat. Anda anak baru.
Terus Anda bertanya, adakah yang mencari Anda selama Anda tidak hadir?
Jawabnya ya tidak ada. Memangnya Anda siapa?
Saya ingin mengatakan ini semua di depan Anda, tapi mulut dan ekspresi saya itu sering terlalu jujur.
Saya sadar betul, saat saya mengatakan banyak hal, orang-orang merasa terluka. Itu sebabnya saya jarang bicara. Lagi pula lebih sering rasanya, banyak bicara itu sia-sia.
Saya berharap, ketidakmampuan saya mengatakan hal ini secara langsung tidak berdampak buruk pada hidup Anda.

0 comments:
Post a Comment